Kumpulan Kata Bijak tentang Kesuksesan dalam Hadis dan Al-Qur'an 2016
Kadang-kadang perjuangan adalah yang kita perlukan dalam hidup kita.
Jika Tuhan membiarkan kita hidup tanpa hambatan, itu mungkin melumpuhkan
kita. Kita mungkin tidak sekuat yang semestinya kita mampu.
Kebahagiaan
dan kesenangan melalui keduniaan adalah mustahil. Kebahagiaan hidup
hanya akan bisa diraih oleh orang-orang yang hatinya tentram. Dan
ketentraman hati itu erat hubunganya dengan kuat tidaknya hati seseorang
dengan Yang Maha Kuasa. Ketentraman itu akan dating dengan kedekatan
pada amal amal ukhrawi yang mendekatkan orang pada Allah SWT. Sejauh
mana kedekatan seseorang pada Allah SWT, sejauh itu pula kebahagiaan
yang akan ia peroleh. Buktikan sendiri.
Kebaikan tidak ditentukan
oleh perbuatan-perbuatan baik melainkan oleh kualitas kebaikan yang
meraja dalam hati kita. Kebaikan tidak terletak dalam melakukan dengan
benar karena peraturan, melainkan melakukan yang benar karena alasan
yang benar.
Kekayaan akan menguburkan engkau jika engkau menjunjungnya di kepalamu dan melekatkannya di hatimu.
"Keuntungan
hakiki adalah keuntungan yang tidak hanya menguntungkan diri pribadi,
tapi juga menguntungkan sebanyak mungkin hamba-hamba Allah lainnya.
Usahakanlah apa yang menjadi nikmat tidak menjadi musibah bagi orang
lain." (Aa Gym)
Kesuksessan Bukan merupakan suatu TUJUAN tapi merupakan suatu PERJALANAN
“Lelah,
tersinggung, terhina, kekurangan, uang, tertimpa penyakit, dan masih
begitu banyak lagi masalah yang akan membuat orang menjadi goyah, tapi
kalau terkelola hatinya, subhanallaah, ia tetap akan punya nilai
produktif. Banyak orang yang sangat sibuk memikirkan kecerdasannya,
memikirkan kesehatan fisiknya, tapi sangat sedikit memikirkan kondisi
hatinya. Kalaulah kita harus memilih, seharusnya kita banyak meluangkan
waktu untuk memikirkan qolbu ini. Karena jika qolbu ini baik, yang
lainnya pun menjadi baik, Insya Allah.” (AA Gym)
"Manusia itu mengikut agama kawannya. Maka hendaklah diperhatikan siapa yang hendak dijadikan sebagai kawannya." (HR Tirmidzi)
Meletakkan
perhatian pada kelemahan-kelemahan dan kekurangan-kekurangan diri
sendiri sama seperti berpegang erat pada tangkai berduri.
Musuh terbesar adalah keangkuhan diri kita sendiri.
Musuh yang memusuhimu dengan terang-terangan adalah lebih baik daripada kawanmu yang palsu. (Arif bijak)
Nabi saw. bersabda, "Hubungilah kerabatmu walau hanya dengan memberi salam kepadanya."
"Niat
untuk selalu tampak indah dan menarik adalah suatu kewajaran, namun
Allah Maha Mengetahui apa-apa yang melintas di hati kita, apabila niat
kita tergelincir ke dalam kemaksiatan dan kesia-siaan bisa jadi Allah
akan memberikan jalan terbukanya bencana bagi kita, oleh karenanya
bersungguh-sungguhlah berniat hanya untuk menggapai ridha Allah." (Aa
Gym)
Orang bijaksana tidak pernah duduk meratapi kegagalannya,
tapi dengan gembira hati mencari jalan bagaimana memulihkan kembali
kerugian yang dideritanya. (dari |HighL4nder|)
Rasulullah saw bersabda, Tali temali Islam akan terlepas (putus),
orang-orang akan berpegangan kepada tali berikutnya. Tali yang pertama
kali lepas (putus) adalah hukum (syariah) dan yang terakhir adalah
sholat." HR Ahmad, Ibnu Hibban, al-Haakim)
Rasulullah saw bersabda, "Waspadalah terhadap perbuatan kezaliman karena
kezaliman adalah kegelapandi hari kiamat. Jauhilah kekikiran karena
kekikiran telah membinasakan orang-orang sebelum kamu, mengantarkan
mereka kepada pertumpahan darah di antara mereka dan menghalalkan segala
cara." (HR Muslim dari Jabir bin Abdullah r.a)
"Rasulullah ditanya tentang sesuatu yang paling banyak memasukkan orang
ke dalam surga, lalu beliau menjawab, 'Taqwa kepada Allah dan akhlaq
yang baik.' Beliau juga ditanya tentang perkara yang paling banyak
mengantarkan orang masuk ke neraka, beliau menjawab, 'Mulut dan
kemaluan.'" (HR Tirmidzi)
Robbanaa hab lanaa min azwaajinaa wadzurriyaatinaa qurrota a’yun.
Waj’alnaa lil muttaqiina imaamaa (Q.S. Al Furqaan: 74). Aamiin. (Ya Roob
kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan sebagai
penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang
bertaqwa).
"Rasa takut terhadap manusia jangan sampai menghalangi kamu untuk
menyatakan apa yang sebenarnya jika memang benar kamu melihatnya,
menyaksikan atau mendengarnya." (HR Ahmad)
Rencana jahat apabila terdapat pada diri seseorang maka akan kembali
akibatnya kepadanya."Rencana jahat itu tidak akan menimpa selain orang
yang merencanakannya sendiri." (Faathir: 43)
Sahabat sejati bukan memberi pada saat orang meminta, ia mempunyai mata
pandang yang mampu menembus relung kebisuan sahabatnya. Ia memberi tanpa
kata-kata, tanpa menepuk dada.
Saya mohon Kekuatan ... Dan Tuhan memberi saya kesulitan-kesulitan untuk membuat saya kuat.
Semangat tanpa pengetahuan sama dengan api tanpa cahaya.
Seorang ulama masa kini mengatakan bahwa jika seorang mu’min ditimpa
keburukan atau musibah maka itu mempunyai 3 makna: (1) Sebagai
kafarat/pencuci dosa-dosanya (2) Sebagai ujian baginya sehingga ia akan
‘naik tingkat’ ketaqwaan (3) Mengandung hikmah yang tersembunyi bagi
dirinya yang akan menjadi nasehat yang efektif bagi kehidupannya setelah
itu
Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka
merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. (QS. Ar Ra'd 13:11).
“Sesungguhnya, dalam setiap masalah, kadang, bukan pemecahanlah yang
harus kita cari. Tapi, kemampuan untuk melihat masalah itulah yang kita
perlukan.
“Sesungguhnya orang yang paling kucintai di antara kalian dan yang
paling dekat tempat duduknya denganku pada Hari Kiamat ialah yang paling
baik akhlaknya di antara kalian, dan sesungguhnya orang yang paling
kubenci di antara kalian dan yang paling jauh tempat duduknya denganku
pada Hari Kiamat ialah yang paling buruk akhlaknya di antara kalian.”
sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah adalah
orang yang paling bertaqwa di antara kamu, sesungguhnya Allah maha
mengetahui lagi maha mengerti atas segala-sesuatu" ( al Hujurat 13 )
Sesungguhnya pada jasad ( tubuh manusia ) ada segumpal darah, apabila ia
baik maka baiklah seluruh anggota jasad, dan apabila ia rusak maka
rusaklah seluruh anggota jasad, sesungguhnya ia adalah hati (HR Bukhori)
Setiap manusia rindu untuk mencintai dan dicintai.
Setiap ilmu mesti ada permulaanya, tetapi sama sekali tidak ada
pengakhirannya. Kita harus menyadari dan mengakui bahwa apa yang kita
ketahui dari ilmu-ilmu jauh lebih sedikit daripada yang tidak kita
ketahui (Ulama)
Sifat mengampuni berarti mau menerima kesalahan orang lain sebagaimana Anda mengharapkan orang lain menerima kekurangan Anda.
Suatu ketika Khalifah Harun al-Rasyid bertanya kepada Manshur bin Amman:
“Siapakah orang yang paling berakal (pintar), paling bodoh, paling
kaya, dan paling perkasa di antara manusia?
“Sungguh beruntung bagi siapapun yang mampu menata qolbunya menjadi
bening, jernih, bersih, dan selamat. Sungguh berbahagia dan mengesankan
bagi siapapun sekiranya memiliki qolbu yang tertata, terpelihara, dan
terawat dengan sebaik-baiknya. Karena selain senantiasa akan merasakan
kelapangan, ketenangan, ketenteraman, kesejukkan, dan indahnya hidup di
dunia ini, pancaran kebeningan hati pun akan tersemburat pula dari
indahnya setiap aktivitas yang dilakukan.” (AA Gym)
Takluk namun tidak menyerah itulah kemenangan.
Tiap-tiap amalan (perbuatan) ada balasannya. Karena itu, waspadalah terhadap akibat dari perbuatan anda. (Ulama)
"Tidaklah akan berpindah Kaki seorang hamba pada hari kiamat, sampai ia
ditanya Tentang empat perkara. Tentang umurnya, bagaimana ia
menghabiskannya, tentang jasadnya, bagaimana ia mempergunakannya tentang
hartanya, dari mana ia mendapatkannya dan kemana ia menghabiskannya,
dan tentang ilmunya, bagaimana ia mengamalkannya. (Ad Darimi: 538)
"Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku." (Adz. Dzariyat :56).
”Tidak beriman seseorang di antara kalian hingga ia mencintai Saudaranya
sebagaimana mencintai dirinya sendiri.” (H.R. Bukhari dan Muslim).
“ Tindakan utama yang harus kita kerjakan bukanlah melihat apa yang
terletak samar-samar dikejauhan, melainkan melaksanakan apa yang tampak
jelas di depan mata. ”
Tuntutlah ilmu, tetapi tidak melupakan ibadah, dan kerjakanlah ibadah, tetapi tidak melupakan ilmu (Hasan al-Bashri)
Utsman bin Affan r.a. berkata, "Barang siapa hidupnya dalam keseimbangan
dunia dan akhirat, dia disenangi Allah; barangsiapa meninggalkan
perbuatan dosa, dia disenangi oleh para malaikat; dan barang siapa
meninggalkan keserakahan terhadap kaum muslimin, dia dicintai mereka."
"Wahai mereka yang beriman, mintalah pertolongan kepada Allah dengan
sabar dan solat. Sesungguhnya Allah bersama-sama dengan orang yang
sabar." (Al-Baqarah: 153)
Ya Allah..sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui bahwa hati-hati ini telah
berkumpul untuk mencurahkan kecintaan hanya kepadaMu, bertemu untuk taat
kepadaMu, bersatu dalam rangka menyeru (dijalan)Mu, dan berjanji setia
untuk membela syari.atMu, maka kuatkanlah ikatan pertaliannya ya
Allah..abadikanlah kasih sayangnya, tunjukkanlah jalannya dan penuhilah
dengan cahayaMu yang tidak pernah redup, lapangkanlah dadanya dengan
limpahan iman dan keindahan tawakkal kepadaMu, hidupkanlah dengan
ma.rifahMu, dan matikanlah dalam keadaan syahid di jalanMu. Sesungguhnya
Engkau adalah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong…Amin."
Ya Allah, tak ada yang mampu mendatangkan segala kebaikan melainkan
dengan kekuasaan-Mu, tidak ada yang mampu menolak segala keburukan
melainkan dengan kekuasaan-Mu, tidak ada daya kekuatan hanya kepada-Mu. (
HR. Abu Daud )
"Ya Robb kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang
berlebih-lebihan dalam urusan kami dan tetapkanlah pendirian kami, dan
tolonglah kami terhadap kaum yang kafir." (QS Ali 'Imran:147)
"Ya Robb kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami
tersalah. Ya Robb kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang
berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami.
Ya Robb kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak
sanggup kami memikulnya. Beri ma'aflah kami; ampunilah kami; dan
rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap
kaum yang kafir". (QS Al Baqarah: 286)
Kata Mutiara dan Kata Bijak Khalifah Ali bin Abi Thalib
Ilmu itu lebih baik daripada harta. Ilmu menjaga engkau dan engkau
menjaga harta. Ilmu itu penghukum (hakim) dan harta terhukum. Harta itu
kurang apabila dibelanjakan tapi ilmu bertambah bila dibelanjakan.
Nilai seseorang sesuai dengan kadar tekadnya, ketulusannya sesuai dengan
kadar kemanusiaannya, keberaniannya sesuai dengan kadar penolakannya
terhadap perbuatan jahat dan kesucian hati nuraninya sesuai dengan kadar
kepekaannya terhadap kehormatan dirinya.
Orang yang terlalu memikirkan akibat dari sesuatu keputusan atau
tindakan, sampai bila-bilapun dia tidak akan menjadi orang yang berani.
Orang-orang yang suka berkata jujur mendapatkan tiga hal, kepercayaan,
cinta, dan rasa hormat.
Ketahuilah bahwa sabar, jika dipandang dalam permasalahan seseorang
adalah ibarat kepala dari suatu tubuh. Jika kepalanya hilang maka
keseluruhan tubuh itu akan membusuk. Sama halnya, jika kesabaran hilang,
maka seluruh permasalahan akan rusak.
Selemah-lemah manusia ialah orang yg tak mau mencari sahabat dan orang
yang lebih lemah dari itu ialah orang yg mensia-siakan sahabat yg telah
dicari.
Perkataan sahabat yg jujur lebih besar harganya daripada harta benda yg
diwarisi darinenek moyang. Dan Selemah-lemah manusia ialah orang yg tak
boleh mencari sahabat dan orang yang lebih lemah dari itu ialah orang yg
mensia-siakan sahabat yg telah dicari
Kata Mutiara dan Kata Bijak Khalifah Abu Bakar As-Shiaddiq
Sesungguhnya seorang hamba itu bila merasa ujub kerana suatu perhiasan
dunia, niscaya Allah akan murka kepadanya hingga dia melepaskan
perhiasan itu.
Dia berkata kepada para sahabat,”Sesungguhnya aku telah mengatur urusan
kamu, tetapi aku bukanlah org yg paling baik di kalangan kamu maka
berilah pertolongan kepadaku. Kalau aku bertindak lurus maka ikutilah
aku tetapi kalau aku menyeleweng maka betulkan aku!”
Kata Mutiara dan Kata Bijak Khalifah Umar Bin Khattab
Jika tidak karena takut dihisab, sesungguhnya aku akan perintahkan
membawa seekor kambing, kemudian dipanggang untuk kami di depan pembakar
roti.
Barangsiapa takut kepada Allah SWT nescaya tidak akan dapat dilihat
kemarahannya. Dan barangsiapa takut pada Allah, tidak sia-sia apa yang
dia kehendaki.
Wahai Tuhan, janganlah Engkau jadikan kebinasaan umat Muhammad SAW di
atas tanganku. Wahai Tuhanku, umurku telah lanjut dan kekuatanku telah
lemah. Maka genggamkan (matikan) aku untukMu bukan untuk manusia.
Kata Mutiara dan Kata Bijak Ulama
Akan kuberikan ilmu yang kumiliki kepada siapapun, asal mereka mau memanfaatkan ilmu yang telah kuberikan itu. (Imam Syafi’i)
Jangan sampai ayam jantan lebih pandai darimu. Ia berkokok di waktu subuh, sedang kamu tetap lelap dalam tidur. (Lukman Hakim).
Apabila secara kebetulan kamu menjadi orang yang dekat dengan penguasa,
maka berhati-hatilah kamu seolah-olah kamu sedang berdiri di atas pedang
yang tajam sekali. (Imam Ghozali)
Aku tak suka memakai baju baru, hal itu kulakukan karena aku takut
timbul iri hati tetangga-tetanggaku. (Abu Ayub as-Sakhtayani).
Dalam shalatku selama 40 tahun, aku tak pernah lupa mendo’akan guruku
yang bernama Imam Syafi’i. Itu kulakukan karena aku memperolah ilmu dari
Allah lewat beliau. (Yahya bin Said al-Qathan).
Orang yang mengerti ilmu fikih berarti ia bisa makrifat kepada Allah
dengan ilmunya menyebabkan ia kenal kepada-Nya. Bahkan dengan ilmunya ia
bisa mengajar orang lain sampai pandai. (Syeikh Izzuddin bin
Abdussalam).
Jangan berteman yang hanya mau menemanimu ketika kamu sehat atau kaya,
karena tipe teman seperti itu sungguh berbahaya sekali bagi kamu
dibelakang hari.(Imam Ghozali).
Jika ada musuh yang bisa mendekatkan kamu kepada Allah, maka hal itu
lebih baik dari pada teman akrab yang menjauhkan kamu dari Allah. (Abul
Hasan as-Sadzili).
Hal-hal yang bisa menyebabkan badan lemah antara lain sebagai berikut:
Banyak makan makanan yang rasanya masam, sering bersedih, banyak minum
air tetapi tidak makan sesuatu, serta sering melakukan hubungan seksual.
(Imam Ghazali).
Teman yang tidak membabantu kesulitan seperti halnya musuh. Tanpa saling
membantu maka hubungan teman tak akan lama. Telah kucari teman sejati
dalam setiap masa, akan tetapi usahaku itu siasia belaka. (Imam SyafiÃ).
Siapa yang pada hari ini hanya memikirkan dirinya sendiri maka pada esok
iapun akan memikirkan dirinya saja. Lebih dari itu, siapa yang pada
hari ini memikirkan Allah maka besok ia akan selalu memikirkan Allah
pula. (Abu Sulaiman).
Jika seseorang mati dalam keadaan punya hutang, padahal orang itu mampu
membayarnya ketika masih hidup di dunia, maka kebahagiaannya akan
diambil dan diberikan kepadanya dosa orang yang di hutanginya, lalu ia
dijebloskan ke neraka. Namun, jika memang tidak mampu membayarnya, maka
hanya kebaikannya saja yang diambil, lalu diberikan kepada pihak yang
dihutangi. sedang dosa si pemberi hutang tidak diberikan kepada orang
yang berhutang. (Ibnu Abdusalam).
Barang siapa tidak peduli terhadap nasib agama, berarti ia tidak punya
agama, barang siapa yang semangatnya tidak berkobar-kobar jika agama
Islam ditimpa suatu bencana, maka Islam tidak butuh kepada mereka. (Imam
al-Ghazali).
Ilmu menginginkan untuk diamalkan. Apabila orang mengamalkannya, maka
ilmu itu tetap ada. Namun sebaliknya, jika tidak diamalkan, maka ilmu
akan hilang dengan sendirinya. (Sufyan ats-Tsauri).
Jalan apa saja yang ditempuh seseorang dalam mengerjakan ibadah adalah
sesaat kecuali jalan yang ditempuh oleh Muhammad SAW. Dalam pada itu,
siapapun yang tidak mengikuti petunjuk kitab suci Al-Qurán dan hadits
nabi, maka janganlah ia mengikuti pendapatku. Hal itu karena pendapatku
berasal dari Qurán –Hadits. (Imam al-Junaid).
Ciri-ciri ulama akhirat antara lain: dia sangat berhati-hati dalam
memberi fatwa, bahkan bersikeras untuk tidak bertaqwa sama sekali.
Apabila ditanya oleh orang tentang segala sesuatu yang diketahui baik
yang bersumber dari Al Qurán, hadits, ijma’dan kiyas, maka ia
menjelaskan sesuai dengan kemampuannya. Sebaliknya, jika ia tidak
mengetahui secara pasti, maka dengan
Keluarlah dari dirimu dan serahkanlah segalanya kepada Allah. Penuhi
hatimu dengan Allah. Patuhilah kepada perintah-Nya dan larikanlah dirimu
dari larangan-Nya, supaya nafsu badaniahmu tidak memasuki hatimu
setelah ia keluar. Untuk membuang nafsu-nafsu badaniah dari hatimu, kamu
harus berjuang melawannya dan jangan menyerah kepadanya dalam keadaan
bagaimanapun juga dan dalam tempo kapanpun juga. (Syeikh Abdul
QadirJailani).
Setiap orang di dunia ini adalah seorang tamu, dan uangnya adalah
pinjaman. Tamu itu pastilah akan pergi, cepat atau lambat, dan pinjaman
itu haruslah dikembalikan. (Ibnu Mas’ud)
Niat adalah ukuran dalam menilai benarnya suatu perbuatan, oleh
karenanya, ketika niatnya benar, maka perbuatan itu benar, dan jika
niatnya buruk, maka perbuatan itu buruk. (Imam An Nawawi)
Memohonlah kepada Allah supaya memperbaiki hati dan niatmu, karena tidak
ada sesuatu yang paling berat untuk kau obati selain keduanya. Ketika
hatimu sedang menghadap (Allah) maka seketika mungkin untuk berpaling,
maka ketika menghadap itulah engkau harus merampasnya supaya tidak
berpaling. (Uwais al Qarni/ Bahjatul Majalis, Ibnu Abdil Barr)
Aku tahu rizkiku tidak dimakan orang lain, karenanya hatiku tenang. Aku
tahu amalan-amalanku tidak mungkin dilakukan orang lain, maka aku
sibukkan diriku dengan beramal. Aku tahu Allah selalu
melihatku,karenanya aku malu bila Allah mendapatiku melakukan maksiat.
Aku tahu kematian menantiku, maka aku persiapkan bekal tuk berjumpa
dengan Rabb-ku. (Hasan Al-Basri)
Ketahuilah bahwa kewajiban itu lebih banyak daripada waktu yang
terluang, maka bantulah saudaramu untuk menggunakan waktunya dengan
sebaik-baiknya dan jika engkau punya tugas selesaikanlah segera” (Hasan
Al-Banna)